BACA BERITA

Pejuang Muda Gapai Cita-Cita Melalui Bidikmisi

Oleh : Bidang UN & Kemahasiswaan - Tanggal : 26 November 2015

Hari pahlawan adalah simbol perjuangan. Pahlawan menjadi tumpuan masyarakat untuk mencapai perubahan ke arah yang lebih baik. Sama halnya dengan Program Bidikmisi, Bidikmisi hadir untuk memutus mata rantai kemiskinan. Perjuangan-perjuangan itu kemudian dilakukan oleh para mahasiswa penerima Bidikmisi untuk berjuang bagi dirinya sendiri, keluarga dan masyarakat nanti di masa depan. Insan-insan cerdas inilah yang akan menjadi tumpuan perjuangan bangsa untuk meraih cita-cita perubahan sehingga Indonesia yang luar biasa kaya akan sumberdaya alam dan keberagaman masyarakat, serta budaya menjadi lebih baik. Negara hadir untuk membantu para pejuang muda ini dalam mencapai cita-citanya. Negara hadir untuk membantu para pejuang ini meningkatkan taraf ekonomi dan intelektualitasnya.

 

"Nilai-nilai itulah yang menjadi dasar Bidikmisi ada diantara kita semua. Semangat perjuangan itulah nantinya yang harus dipegang teguh oleh penerima Bidikmisi. Jangan pernah menyerah. Para pahlawan bangsa ini telah membuktikan hal itu. Mereka berjuang pada kondisi yang memprihatinkan, namun mereka berhasil", ucap Menristekdikti Mohamad Nasir pada acara Penyerahan Bantuan Bidikmisi dan Beasiswa Afirmasi 2015 di Kampus Universitas Brawijaya (UB), Selasa (10/11).

 

Pada acara tersebut Nasir memberikan bantuan Bidikmisi dan beasiswa Afirmasi kepada mahasiswa dari beberapa Perguruan Tinggi di wilayah Jawa Timur sejumlah 865 orang dan dilakukan secara simbolis kepada 45 orang untuk kedua program tersebut. "Orang-orang yang sukses belum tentu dari kalangan yang mampu secara ekonomi, namun dari orang-orang yang bekerja keras. Oleh karena itu jangan pernah berkecil hati. Jadilah orang-orang yang sukses", ucap Nasir dalam sambutannya. Pemerintah ujarnya juga sedang mencanangkan program khusus dimana setiap mahasiswa dapat mendapat jenjang tertinggi dalam waktu yang cepat yaitu "Program Indonesia Mencari Doktor". Program tersebut rencananya juga akan diberikan kepada mahasiswa Bidikmisi yang dianggap potensial untuk program tersebut. Saat dialog dengan mahasiswa Bidikmisi dan Afirmasi Nasir menjawab keinginan para mahasiswa dengan menjanjikan akan membuat regulasi untuk bimbingan khusus bagi para mahasiswa dari Perguruan Tinggi, terutama yang ikut dalam program Afirmasi. "Jangan sampai ada yang di dropout, namun harus dibimbing terus sampai menjadi sukses", tegas Nasir.

 

Dalam acara tersebut Rektor UB mengatakan, "Bahwa sebenarnya mahasiswa Bidikmisi dan Afirmasi dari kalangan tidak mampu, dapat memberikan prestasi tidak hanya Nasional namun juga internasional. Ini membuktikan bahwa mahasiswa Bidikmisi dapat bersaing dengan mahasiswa umum."

 

Dalam kesempatan yang sama di Malang, Nasir juga mengunjungi rumah mahasiswi penerima Bidikmisi, Vidya Mega Permatasari. Vidya yang berkuliah pada jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di UB ini setiap harinya berjalan kaki sekitar 5km ke kampus karena tidak sanggup untuk membayar angkutan kota menuju kampusnya. Vidya hanya tertegun ketika ternyata Menristekdikti hadir menyambanginya di Jalan Kelapa Sawit Kota Malang. Vidya masuk melalui jalur SBMPTN 2015. Kemudian Nasir pun menanyakan apakah biaya berkuliah di UB memberatkan atau tidak. "Awalnya ketika melihat jumlah uang kuliah saya hanya kaget dan merenungi apakah bisa lanjut berkuliah di UB, tapi kemudian akhirnya saya dapat Bidikmisi dan sekarang saya sangat senang karena sangat membantu", ucap dara yang kini hanya hidup dengan Bapaknya itu.

 

Tapi Vidya senang bukan kepalang karena akhirnya Menteri Nasir memberikan bantuan untuk membeli sepeda bagi Vidya. "Gunakan nanti untuk kamu menimba ilmu, dan jadilah orang yang sukses di masa depan", pesan Nasir. Vidya tampak sumringah dengan pemberian tersebut.(dzi/bkkpristekdikti)

 

sumber : http://www.ristek.go.id

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------