BACA BERITA

Sidenuk: Harapan Menuju Swasembada Beras

Oleh : Bidang UN & Kemahasiswaan - Tanggal : 09 November 2015

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir melakukan panen perdana padi varietas sidenuk dengan teknologi Intensifikasi Padi Aerob Terpadu Berbasis Organik (IPAT BO)  dan inseminasi buatan sexing di Desa Teguhan, Ngawi, Jawa Timur (31/10). Pada acara yang juga dihadiri oleh Dirjen Penguatan Inovasi Dr. Jumain Appe, Pj. Bupati Ngawi Drs. Sudjono, dan para petani dan peternak sapi itu Nasir mengatakan, "Masyarakat khususnya Ngawi harus dapat menerima teknologi dan inovasi terbaru ini, karena tentu pada akhirnya nanti akan membantu memajukan masyarakat dan mensejahterahkan masyarakat". Dengan varietas ini Nasir berharap juga membantu perekonomian para petani, karena harganya di pasaran dapat melebihi varietas padi lainnya.

 

Hasil dari panen tersebut akan disebarluaskan untuk daerah yg mungkin kekurangan beras dengan bantuan TNI. Sidenuk adalah hasil inovasi Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dengan cara meradiasi benih padi hingga menghasilkan varietas padi lebih baik dan hasilnya lebih banyak. sebelumnya panen pernah dilakukan di daerah Jawa Barat dan menurut Nasir sekarang hampir 40% warga Jawa Barat menyukai jenis varietas padi ini. Nasir mengatakan, "Kedepannya untuk daerah kering sedang dikembangkan varietas padi yang  bisa menghasilkan lebih banyak hasilnya, hingga pada akhirnya nanti swasembada pangan akan terwujud".

 

Pada kesempatan tersebut nasir juga melakukan sexing inseminasi ke beberapa sapi di daerah tersebut. inseminasi buatan tersebut mempunyai fungsi dimana nantinya para peternak dapat memilih apakah nantinya sapi yang dihasilkan menghasilkan sapi jantan atau betina. Keturunan sapi pun dilihat dari bobotnya akan bertambah. Bibit sapi tersebut diambil dari jenis sapi Sumba Ongol dan Limosin. "Rencananya dan sudah dilakukan, kami melakukan inseminasi buatan tersebut per bulan terhadap 100 ekor sapi", ungkap Nasir.

 

Sudjono pun menyambut baik hal tersebut dengan mendukung penuh panen tersebut. "Meskipun Ngawi dirasa sudah cukup dalam menghasilkan produksi beras, dengan adanya panen ini, kami juga berupaya dapat membantu daerah lain yang mungkin masih kekurangan dalam produksi beras", ujarnya. (dzi/bkkpristekdikti)

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------